kur bri syariah

KUR BRI Syariah, Pinjaman Online Syariah Anti Riba: Akad, Hukum, Cara Kerja dan Contoh

KUR BRI Syariah seperti halnya pinjaman syariah lain memakai skema pembiayaan akad murabahah atau jual beli, dengan tujuan pembiayaan untuk investasi, konsumsi, hingga modal kerja.

Bank BRI Syariah memberikan tiga jenis kredit usaha rakyat, yaitu KUR mikro iB, KUR Mikro kecil iB, dan KUR TKI. Ketiga jenis kredit usaha rakyat ini memberikan pinjaman serta tenor pembiayaan berbeda-beda. KUR BRI Syariah lebih unggul jika dibandingkan dengan KUR BRI konvensional.

Selain persyaratan dan proses pengajuannya cepat, Kredit Usaha Rakyat BRI Syariah juga memiliki bunga ringan, yaitu dari semula 7% efektif per tahun menjadi sebesar 6% efektif per tahun berlaku mulai 1 Januari 2020.

Kur BRI Syariah – Suku Bunga, dan Syarat Mengajukan

Lalu bagaimana buat yang belum mendapat kesempatan menikmati fasilitas pinjaman usaha ini? Berikut ini cara mendapatkan KUR BRI Syariah.

Pilihan produk KUR BRI Syariah
Bank BRI Syariah menawarkan tiga jenis kredit usaha rakyat yang dinilai tepat dalam memenuhi kebutuhan para pelaku bisnis di Indonesia, yaitu:

  • KUR mikro iB
  • KUR Mikro kecil iB
  • KUR TKI

Jenis KUR BRI Syariah

Untuk mengajukan kredit usaha rakyat di BRI Syariah, kamu harus tahu dulu ketiga syarat jenis pinjaman tersebut agar bisa menyesuaikan jenis fasilitas kredit mana yang cocok kamu ambil.

 

KUR mikro iB

KUR mikro iB adalah kredit usaha rakyat yang memiliki limit pembiayaan maksimal Rp25.000.000, dengan margin flat 7% pertahun.

Untuk tenor pembiayaannya maksimal 3 tahun untuk tujuan pembiayaan modal kerja, dan maksimal 5 tahun untuk tujuan pembiayaan investasi.

KUR Mikro kecil iB

Bank BRI Syariah mengeluarkan KUR Mikro kecil iB, yaitu pembiayaan Rp25.000.000 sampai Rp200.000.000, dengan margin flat 7% pertahun.

Untuk tenor pembiayaan modal kerja maksimal 4 tahun, sedangkan untuk pembiayaan investasi maksimal 5 tahun.

Adapun jaminan atau agunan untuk pembiayaan KUR Mikro kecil iB terdiri dari Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan DEPOSITO.

Ingin mengajukan pembiayaan KUR pada BRI Syariah? Terlebih dahulu perhatikan persyaratan pengajuan, dokumen pengajuan dan langkah-langkah mengajukan Kredit Usaha Rakyat BRI Syariah.

KUR TKI

KUR TKI yang dikhususkan untuk TKI dan calon TKI di negara Singapura, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, Brunei dan Korea. Masing masing KUR memiliki jangka waktu empat tahun untuk modal usaha dan lima tahun untuk investasi.

Cara mengajukan KUR BRI Syariah

KUR (Kredit Usaha Rakyat) dibuat khusus untuk modal kerja dan investasi. Di bawah ini merupakan cara mengajukan Kredit Usaha Rakyat BRI Syariah.

  1. Pastikan fotocopy dokumen pengajuan telah disiapkan.
  2. Kunjungi kantor BRI Syariah terdekat.
  3. Bertemu dengan petugas BRI Syariah (Account Officer Mikro/AOM).
  4. Mintalah penjelasan kepada petugas mengenai KUR BRI Syariah, termasuk simulasi angsuran.
  5. Apabila kamu sepakat, serahkan fotocopy dokumen pengajuanmu.
  6. E KTP kamu akan dicek untuk memastikan kolektibilitas lancar.
  7. Apabila kolektibilitas kamu lancar, petugas BRI syariah akan melakukan survei ke lokasi, tempat tinggal, usaha maupun lokasi objek jaminan.
  8. Jika pengajuanmu disetujui, kamu akan dipanggil untuk tanda tangan akad.
  9. Sebelum tanda tangan akad, terlebih dahulu anda membuka tabungan Faedah BRI Syariah iB sebagai sarana pencairan dana KUR serta pembayaran angsuran nantinya.
  10. Sebelum tanda tangan akad, bacalah terlebih dahulu. Bila kamu sepakat, silakan tanda tangan.
  11. Dana pencairan Kredit Usaha Rakyat BRI Syariah akan masuk ke rekening Faedah BRI Syariah iB.
  12. Gunakan dana pencairan Kredit Usaha Rakyat BRI Syariah sesuai dengan tujuan pengajuanmu.

Persyaratan mendasar bagi calon debitur KUR BRI Syariah

Untuk mengajukan sebuah Kredit Usaha Rakyat, debitur wajib memenuhi beberapa syarat diberikan pihak BRI Syariah, yaitu:

  1. Nasabah perorangan
  2. Memiliki usaha produktif
  3. Usaha telah berjalan minimal 6 bulan.
  4. Hasil sistem layanan informasi keuangan (SLIK) harus kolektibilitas lancar.
  5. Tidak terdapat daftar hitam nasional Bank Indonesia (DHN BI).
  6. Tidak memiliki kredit maupun pembiayaan dengan tujuan Pembiayaan modal kerja.
  7. Umur minimal 21 tahun bagi yang belum menikah.
  8. Di mungkinkan umur minimal 18 tahun bagi yang telah menikah.
  9. Umur maksimal 65 tahun pada saat jatuh tempo pembiayaan.
  10. Mengisi formulir aplikasi pengajuan pembiayaan.

 

Bila kamu gak masuk dalam kategori dari syarat dan ketentuan di atas, gak usah panik dulu. Kamu tetap bisa mendapat kredit usaha rakyat dari bank lainnya.

Kamu misalnya bisa pilih bank atau lembaga pembiayaan lain yang juga sama menawarkan kredit usaha rakyat. Dengan catatan, pinjaman dan cicilannya bisa kamu sesuaikan dengan kemampuan.

 

Simulasi perhitungan cicilan dan suku bunga KUR Syariah

Bank BRI Syariah memberikan perhitungan bunga efektif yang dihitung per tahunnya, kepada debitur. Bunga efektif yang diberikan yaitu sebesar 6 persen per tahun. Hal ini berlaku untuk semua jenis KUR di Bank BRI Syariah. Sedangkan untuk biaya provisi yang harus kamu keluarkan yaitu 0 persen dan biaya administrasi sebesar 0,25 persen.

 

Kalkulator Angsuran Kredit Efektif

  • Menghitung angsuran bulanan untuk cicilan kredit bunga efektif / majemuk
  • Jumlah Pokok Hutang* Rp300.000.000
  • Jumlah Bulan Cicilan 60 Bulan
  • Persentase Bunga Tahunan (%)* 10%
  • Angsuran Setiap Bulan (Rp) Rp6.374.113
  • Total Yang Dibayarkan (Rp) Rp382.446.780

 

Silahkan ganti angka di atas untuk menghitung kembali
Hasil yang kamu dapatkan tersebut masih bersifat kisaran dikarenakan adanya biaya administrasi dan ketentuan tarif lain dari Bank BRI Syariah.

Konsultasikan melalui call center Bank BRI Syariah atau untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap bisa menghubungi (021) 345 0226/227 untuk nomor BRI Syariah Pusat.

Perbedaan KUR syariah dan konvensional

Bank BRI Syariah menjadi Bank berbasis Syariah pertama yang sudah mendapat izin menyalurkan KUR. Melalui pokok pembiayaan mikronya ini juga dapat membantu para nasabah dengan cara memberikan pinjaman sebagai modal usaha untuk mengembangkan usaha atau mereka yang ingin membuka usaha baru.

Lantas, apa sih bedanya pinjaman KUR di BRI dan BRI Syariah? Secara prinsip kedua perbankan tersebut memiliki unit usaha berbeda, sehingga memiliki perbedaan pula pada akad yang digunakan.

Jika kamu mengajukan KUR di Bank BRI, akad kredit akan dilakukan secara konvensional. Sehingga terdapat suku bunga sebesar 6% per tahun atau setara 0,2% flat per bulan.

Sedangkan akad dalam Kredit Usaha Rakyat BRI Syariah menggunakan akad murabahah atau yang lebih dikenal dengan sebutan akad jual beli. Dengan margin bagi hasil (keuntungan pihak bank) 6% efektif per tahun atau 0,2% flat per bulan.

Bagi sebagian masyarakat muslim, perbedaan akad jual beli dan pinjam meminjam sangat berdampak terhadap prinsip yang mereka anut.

Dengan memanfaatkan akad jual beli pada Kredit Usaha Rakyat BRI Syariah, diyakini tidak menimbulkan riba pada transaksi antarbank dan nasabah.

 

Pertanyaan seputar KUR BRI Syariah

Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pengunjung website:

Apakah KUR BRI Syariah itu?

KUR BRI Syariah adalah perbankan syariah yang mendapatkan kuota KUR dari pemerintah dengan skema pembiayaan akad murabahah atau jual beli, dengan tujuan pembiayaan untuk investasi, konsumsi, hingga modal kerja.

Apa saja jenis KUR BRI Syariah?

Ada 3 jenis KUR yang disalurkan oleh BRI Syariah adalah KUR mikro iB, KUR Mikro kecil iB, dan KUR TKI.

Berapakah besarnya suku bunga KUR BRI Syariah?

Besarnya suku bunga KUR BRI Syariah dari semula 7 persen efektif per tahun menjadi sebesar 6 persen efektif per tahun berlaku mulai 1 Januari 2020.

Apa perbedaan KUR BRI Syariah dengan KUR bank konvensional?

KUR BRI Syariah lebih unggul jika dibandingkan dengan KUR BRI biasa. Selain persyaratan dan proses pengajuannya cepat, KUR BRI Syariah juga memiliki bunga ringan.

Siapa yang dapat mengajukan KUR?

Yang dapat mengajukan KUR adalah para pelaku usaha yang berada dalam skala Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi.

Sedang mencari Pinjaman Online Syariah Anti Riba? Apa itu pinjaman syariah? Pinjaman atau pinjaman syariah adalah pinjaman dari lembaga keuangan yang menerapkan hukum Islam dalam sistem transaksinya. Dalam sistem syariah, bunga dianggap sebagai riba. Sehingga utang tersebut tidak dibebani bunga, melainkan diganti dengan akad. Selain bunga, pinjaman dikecualikan dari unsur-unsur berikut sesuai dengan hukum Islam:

  1. Dharar (bahaya)
  2. Gharar (Tidak Jelas)
  3. Maysir (judi)
  4. Zulm (ketidakadilan)
  5. Penipuan (Tadlis)

Akad dalam transaksi perbankan syariah

a.Wadiah

Kontrak keamanan barang atau uang antara pihak yang memiliki barang atau uang dan pihak yang bertugas menjaga keselamatan, keamanan, dan keutuhan barang atau uang.

b.Mudharabah

Perjanjian kerjasama usaha antara pihak pertama (malik, shahibul mal atau bank syariah) yang menyediakan seluruh modal dan pihak kedua (‘amil, mudharib atau klien) yang bertindak sebagai pengelola dana, dengan perjanjian yang dituangkan dalam perjanjian, dimana kerugian sepenuhnya ditanggung oleh bank syariah kecuali pihak lain melakukan kesalahan, kelalaian atau wanprestasi yang disengaja.

c.Musyarakah

Perjanjian kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu yang masing-masing pihak menyediakan porsi dananya sendiri-sendiri.

d.Murabahah

Pembiayaan kontraktual barang dengan mengkonfirmasikan harga pembelian kepada pembeli, dan pembeli membayar harga yang lebih tinggi sebagai keuntungan yang disepakati.

e. Salam

Kontrak untuk membiayai subjek dengan memesan dan membayar harga di muka dalam kondisi tertentu yang disepakati.

f. Istisna’

Akad penanaman modal barang berupa pesanan pembuatan barang tertentu dirundingkan antara pemesan atau pembeli (mustashni’) dan penjual atau pembuat (shani’).

g. Ijarah

Akad penyediaan dana untuk pemindahan hak guna atau manfaat suatu barang atau jasa berdasarkan transaksi sewa, yang tidak diikuti dengan pemindahan hak milik atas barang itu sendiri.

h. Ijarah Mutahiyah Bit Tamlik

Perjanjian penyediaan dana untuk pemindahan hak guna atau manfaat barang atau jasa berdasarkan transaksi sewa guna usaha dengan kemungkinan pemindahan kepemilikan barang.

i. Qardh

Akad meminjamkan uang kepada nasabah dengan pengertian bahwa nasabah wajib mengembalikan uang yang diterima dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Perbedaan pinjaman syariah dan pinjaman konvensional

Berikut beberapa perbedaan antara pinjaman berbasis syariah dan konvensional:

1. Bunga

Dengan pinjaman konvensional, pemberi pinjaman diharapkan mengembalikan dana pinjaman beserta bunganya. Namun, bunga sama sekali dilarang dalam pinjaman berbasis syariah.
Hukum Islam menganggap uang sebagai ukuran nilai, bukan aset. Itu sebabnya dikatakan bahwa pinjaman tidak boleh digunakan. Bunga dianggap riba dan praktik semacam itu dilarang menurut hukum Islam.

2. Risiko

Biasanya, jika pinjamannya konvensional, kerugian jika terjadi wanprestasi ditanggung sepenuhnya oleh pemberi pinjaman. Sebaliknya, pinjaman syariah sebenarnya berbagi risiko antara pemberi pinjaman dan peminjam. Oleh karena itu, pemberi pinjaman syariah biasanya memantau resume peminjam dengan cermat.

3. Hukuman Denda

Sistem konvensional umumnya mengenakan denda yang semakin besar jika peminjam terlalu lama melunasi utangnya. Di sisi lain, pinjaman syariah juga menerapkan penalti seperti sistem konvensional. Namun bedanya, pembayaran tunda dari kreditur digunakan sebagai dana sosial.

Jenis pinjaman syariah

Secara umum, jenis pinjaman syariah mirip dengan pinjaman konvensional. Namun, dalam pinjaman ini, peminjam bertindak sebagai perantara dana tanpa membayar bunga pinjaman. Nasabah dapat memilih dari tiga metode pembiayaan, yaitu:

1. Sistem jual beli

Akad yang mendasari prinsip jual beli adalah akad murabahah. Dalam sistem ini, peminjam membeli barang-barang yang dibutuhkan peminjam. Barang tersebut kemudian dijual kembali kepada kreditur dengan margin keuntungan. Cara pembayaran dalam sistem ini adalah kreditur membayar pembelian sesuai dengan waktu yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak.

Misalnya, Anda membutuhkan sepeda motor seharga Rp 30.000.000 sebagai transportasi kantor, maka pihak pemberi pinjaman membelikannya dan menjualnya kepada Anda seharga Rp 32.000.000. Selisih harga bisa menjadi keuntungan bagi pemberi pinjaman syariah.

2. Sistem sewa

Sistem leasing pada dasarnya didasarkan pada akad ijarah wa iqtina, yang mendukung leasing dengan perubahan kepemilikan.
Dalam sistem ini, peminjam membeli barang-barang yang dibutuhkan peminjam. Setelah itu, kreditur menyewakan barang tersebut pada tanggal yang disepakati. Setelah lewat batas waktu, kreditur dapat membeli barang tersebut, sehingga status kepemilikannya berubah.

3. Sistem kerjasama

Berdasarkan akad musyarakah mutanaqishah, dalam sistem ini peminjam dan pemberi pinjaman memiliki peran yang sama dalam menyumbangkan dana.

Misalnya, jika Anda ingin membeli mobil, pemberi pinjaman akan menyediakan 65% dari total dana dan sisanya 35% akan Anda bayarkan. Anda kemudian dapat membeli 65% kepemilikan dari pemberi pinjaman pada waktu yang telah ditentukan.

Keuntungan pinjaman syariah

Pinjaman berbasis syariah memberikan banyak keuntungan dan manfaat bagi penggunanya, seperti:

1. Diizinkan oleh hukum

Sistem pinjam meminjam syariah tidak memasukkan riba dalam proses transaksinya, sehingga kehalalannya dijamin oleh Islam. Tentunya pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin berhati-hati dan mengikuti syariat agama Islam.

2. Berzakat

Perbedaan lain dari sistem konvensional adalah bahwa penyedia dana Islam mengalokasikan 2,5% dari total pendapatan mereka untuk zakat dan sedekah.
Jadi Anda juga bisa secara tidak langsung memberikan zakat dan sedekah dengan pinjaman berbasis syariah.

3. Fasilitas / Instrumen yang sama dengan pinjaman konvensional

Layanan dan fasilitas yang ditawarkan oleh pemberi pinjaman syariah serupa dan kurang menarik dibandingkan pinjaman pada umumnya. Misalnya permintaan dana dapat dilakukan melalui internet banking atau mobile banking.

 

Panduan pinjaman online tanpa Riba: Metode, syarat, dan daftar opsi

Cara meminjam uang tanpa bunga

Dari penjelasan di atas, Anda sudah mengetahui bahwa institusi Islam menawarkan solusi simpan pinjam tanpa bunga. Di bawah ini adalah daftar lembaga yang menawarkan berbagai pinjaman tanpa bunga:

I. Perbankan Islam

Baik bank syariah maupun konvensional memiliki produk Syariah yaitu solusi simpan pinjam tanpa bunga. Metode yang digunakan berdasarkan sistem kemitraan dengan pembagian keuntungan dan pembagian resiko, sehingga resiko kegagalan ditanggung bersama. Jika pinjaman tidak dilunasi, Anda akan mencari solusi terbaik bersama dengan pihak bank.

II. Pinjaman Peer to Peer (P2P)

Saat ini banyak bermunculan pinjaman Peer to Peer (P2P), atau pinjaman online berbasis syariah yang lunas secara instan. P2P Lending adalah jembatan antara pemberi pinjaman dan peminjam. Keuntungan yang diterima peminjam berupa kemudahan akses dana, sedangkan keuntungan pemberi pinjaman berupa biaya sewa atau keuntungan atas peralatan dan jasa yang digunakan.

III. Pegadaian Syariah

Solusi kredit tanpa bunga lainnya adalah pegadaian syariah yang tidak mendapatkan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil, tetapi dibayar untuk pemeliharaan benda yang digadaikan. Metode ini disebut kontrak patokan, yang dimaksudkan untuk menjaga properti peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan.

IV. Kartu Kredit Syariah

Kartu kredit syariah tidak menggunakan sistem riba dan sebagai gantinya pengguna harus membayar biaya keanggotaan sebagai imbalan untuk diperbolehkan menggunakan kartu tersebut. Besarnya iuran tergantung dari bank syariah yang memberikan pinjaman. Kartu kredit syariah hanya digunakan untuk membeli barang dan jasa yang halal dan bebas bunga.

Cara mendapatkan pinjaman online dan offline di bank syariah

Sudahkah Anda mengetahui lembaga mana yang menjadi tempat solusi simpan pinjam tanpa bunga? Berikut cara mendapatkan pinjaman dari bank syariah:

Melengkapi persyaratan administrasi seperti dokumen identitas (KTP, KK) dan bank juga dapat meminta slip gaji dan NPWP
Jika Anda kurang jelas mengenai produk Syariah, Anda dapat mendatangi kantor terdekat dan berkonsultasi mengenai jenis akad pinjaman yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Perhatikan detail persyaratan pinjaman yang berbeda dengan bank biasa, mulai dari minimum dan maksimum pinjaman, maksimum jangka waktu pengembalian, dll. Bank akan mempresentasikan perjanjian pinjaman setelah Anda memenuhi persyaratan dan memeriksa. Surat tersebut memuat aturan bagi hasil dan konsekuensi jika terjadi penipuan. Jika Anda setuju, Anda dapat menandatangani kontrak
Bank akan mengirimkan dana kredit secara tunai.

Anda berkewajiban untuk mengembalikan pinjaman jika Anda mendapatkan keuntungan sesuai dengan peraturan yang berlaku

Syarat pinjaman

Syarat peminjaman uang di bank syariah tidak jauh berbeda dengan bank konvensional. Di bawah ini adalah syarat umum untuk meminjam uang di lembaga keuangan syariah:

1. File identitas pribadi

Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) merupakan identitas yang harus disertakan dalam pengajuan pinjaman. Informasi yang tertulis di identitas harus valid, misalnya alamat KTP harus tempat tinggal Anda saat ini. Bagaimana jika alamat tempat tinggal dan KTP berbeda? Anda harus melampirkan surat keterangan dari Kelurahan setempat. Jika perlu, Anda juga bisa menyertakan KTP pasangan Anda jika sudah menikah.

2. Surat nikah

Surat nikah merupakan salah satu syarat untuk mengajukan pinjaman. Dokumen ini dapat membuktikan bahwa properti tersebut dimiliki bersama oleh pasangan dan kedua belah pihak harus mengetahui semua aset tersebut. Tujuannya untuk memudahkan konfirmasi jika ada masalah dengan fasilitas kredit.

3. Buku Tabungan

Melalui buku tabungan Anda, pihak bank akan mengetahui kondisi keuangan Anda, termasuk kemampuan Anda untuk mengembalikan pinjaman. Catatan tabungan yang diwajibkan oleh bank biasanya untuk tiga bulan terakhir. Saldo di buku besar Anda menunjukkan kemampuan untuk membayar kembali pinjaman dengan mencicil selama periode waktu tertentu.

4. Tanda terima

Bukti penghasilan (SKP) atau slip gaji merupakan salah satu syarat yang menentukan untuk meminjam uang di bank. Jika pinjaman yang diajukan cukup besar dan pendapatan Anda rendah, kemungkinan besar nominal pinjaman yang Anda ajukan tidak akan disetujui.

5. Bukti tidak adanya ketergantungan dan cicilan

Ketergantungan berupa cicilan, biaya kartu kredit, atau lainnya tentu akan menyulitkan Anda untuk mengajukan pinjaman di bank. Bank tidak mau mengambil risiko menyetujui calon peminjam yang belum menetap di tempat lain. Oleh karena itu, yang terbaik adalah menyelesaikan penginstalan sebelumnya terlebih dahulu, lalu meminta episode baru.

Daftar pilihan aplikasi pinjam uang tanpa riba:

Beberapa aplikasi berikut merupakan pilihan pinjaman Anti riba / bebas riba jika ingin Anda gunakan:

  1. Alamisharia
  2. Duha Syariah
  3. Ammana
  4. Danasyariah
  5. Investree

Daftar bank bebas riba:

Beberapa daftar bank berikut adalah syariah dan bebas Riba, silahkan jika ingin bebas dari riba, gunakan bank syariah.

  1. Bank Muamalat Indonesia
  2. Bank Mandiri Syariah
  3. Bank BRI Syariah
  4. Bank BNI Syariah
  5. BCA Syariah
  6. Bank Syariah Indonesia / BSI

Tips memilih pinjaman online tanpa RIBA.

Bank syariah bisa menjadi solusi simpan pinjam tanpa bunga. Cukup mengetahui cara dan jenis pinjaman beserta detail prosedur dan konsekuensinya. Berikut pilihan kredit syariah yang bisa Anda coba.

I. Tentukan nominalnya

Pertama Anda perlu mengetahui berapa jumlah nominal yang akan dipinjam. Ketika Anda meminjam uang untuk modal usaha, Anda bisa menghitung berapa modal yang bisa Anda pinjam, dan berapa modal yang bisa Anda bawa. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko lain dan tidak membuat Anda terlilit hutang

II. Anda memiliki beberapa opsi untuk perbandingan

Perbandingan produk tentunya bisa digunakan di industri manapun, termasuk perbankan. Anda harus memiliki pilihan produk apa untuk dibandingkan lebih lanjut, apakah pinjaman A dan B membuat Anda lebih mudah atau lebih sulit untuk mengembalikan uang Anda? Jika Anda menggunakan pinjaman online tanpa bunga, Anda bisa memastikan bahwa pinjaman tersebut terdaftar di OJK.

III. Pahami semua persyaratan

Meskipun pinjaman ekuitas bebas bunga, Anda juga perlu memahami produknya. Jangan terkecoh dengan jargon yang diberikan, namun lupa memahami istilahnya. Alih-alih solusi simpan pinjam tanpa bunga, Anda malah akan terlilit hutang.

IV. Pahami semua konsekuensi yang mungkin terjadi

Semua modal kredit pasti memiliki resiko, termasuk pinjaman sekalipun tidak ada bunganya. Misalnya, Anda menggadaikan mobil sebagai jaminan dan tidak bisa menjualnya hingga pinjaman lunas. Jangan biarkan diri Anda memahami konsekuensinya sampai setelah mengajukan pinjaman.