Inilah 6 Perbedaan dalam UKM dan UMKM, Jangan Salah!

Inilah 6 Perbedaan dalam UKM dan UMKM, Jangan Salah!

Sudahkah Anda mengerti Perbedaan dalam UKM dan UMKM? Usaha kecil dan menengah disingkat UKM dan bisnis mikro kecil dan menengah disingkat UMKM merupakan 2 jenis kegiatan bisnis yg dilakukan di negara Indonesia. Meskipun tampaknya sama, UKM dan UMKM memiliki beberapa hal yang dapat diferensiasi.

Dari definisinya, UKM fokus pada usaha kecil, sedangkan UMKM lebih fokus pada ruang lingkup bisnis mikro meskipun pada akhirnya UMKM lebih sering digunakan karena mereka memiliki definisi yang lebih luas dan termasuk tiga bisnis.

Selain defikinasi, berikut adalah enam perbedaan lain antara UKM dan UMKM seperti dikutip dari pajak online:

 

1. Omset bisnis

Perbedaan pertama antara UKM dan UMKM terletak pada omset bisnis. Perbedaan ini didasarkan pada hukum (hukum) nomor 20 tahun 2008.

Di Beleid, usaha mikro diklasifikasikan sebagai bisnis dengan hasil penjualan tahunan atau omset paling Rp. 300 juta. Kemudian, usaha kecil diperkirakan memiliki omset tahunan lebih dari Rp300 juta hingga maksimum Rp2,5 miliar.

Sementara itu, sebuah bisnis dikatakan sebagai usaha menengah jika omset tahunan lebih dari Rp2,5 miliar hingga maksimum Rp50 miliar.

2. Perbedaan dalam UKM dan UMKM dalam Kekayaan Bisnis Bersih

Perbedaan berikutnya antara UKM dan UMKM yaitu bisa dilihat dari kekayaan bersih perusahaan. Untuk bisnis kecil atau mikro, kekayaan bersih terbanyak sebesar 50 juta.

Kemudian, usaha kecil memiliki kekayaan bersih antara Rp50 juta hingga Rp500 juta, sedangkan kekayaan bisnis berukuran sedang diperkirakan antara Rp500 juta menjadi Rp10 miliar.

Sedangkan, apa yang dimaksud dengan bisnis bersih berada di luar aset tanah dan membangun bangunan tempat.

 

3. Jumlah Pekerja

Perbedaan ketiga antara UKM dan UMKM dapat dilihat dari jumlah tenaga kerja. Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan ada perbedaan yang sangat jelas dari jumlah pekerja di UKM dan UMKM.

Bisnis mikro memiliki setidaknya 1-5 pekerja, usaha kecil 6-19 pekerja, dan upaya menengah memiliki 20-99 pekerja.

 

4. Modal awal

Perbedaan dalam UKM dan UMKM

Perbedaan keempat antara UKM dan UMKM terletak pada modal awal yang digunakan ketika mereka pertama kali membentuk bisnis.

Biasanya, modal untuk membangun UKM adalah Rp50 juta, sedangkan modal untuk membangun UMKM bahkan lebih besar, yaitu Rp 300 juta. Modal untuk UMKM juga dapat diperoleh dari bantuan pemerintah.

UMKM membutuhkan modal yang lebih besar karena diyakini mampu mempengaruhi pembangunan ekonomi di Indonesia, sementara UKM dinyatakan lebih banyak individu dengan usaha kecil dan keuntungan.

 

5. Perbedaan dalam UKM dan UMKM dalam Pelatihan Bisnis

Perbedaan kelima antara UKM dan UMKM juga dapat dilihat dari pembinaan upayanya. Ini berdasarkan pada UU No. 23 tahun 2014.

Dalam tindakan itu menjelaskan, UKM dipupuk oleh kabupaten dan kota, sementara usaha kecil dipupuk oleh provinsi dan usaha menengah di nasional.

 

6. Pajak dikenakan

Perbedaan dalam UKM dan UMKM

Perbedaan selanjutnya antara UKM dan UMKM yakni pajak yang dikenakan pada perusahaan. Menurut PP nomor 23 tahun 2018, wajib pajak (WP) yang memiliki pendapatan dengan sirkulasi kotor tidak lebih dari Rp.4,8 miliar, mereka tunduk pada pajak penghasilan akhir 0,5 persen.

Itu berarti bahwa pebisnis yang memiliki sirkulasi bruto tertentu tidak berkewajiban untuk mengumpulkan dan membayar pajak pertambahan nilai (PPN) untuk setiap transaksi, tetapi harus mengumpulkan pendapatan akhir 0,5 persen pph.

UKM dan UMKM memiliki kemungkinan yang sama untuk mengambil dan membayar pph pendapatan akhir 0,5 persen. Namun, jika usaha menengah memiliki sirkulasi kotor lebih dari Rp.4,8 miliar, pebisnis tidak dapat lagi mengumpulkan pph akhir 0,5 persen.

Selain pajak penghasilan final, UKM dan UMKM juga dapat dikenakan berbagai jenis pajak lain seperti Pasal 4 Pajak Penghasilan 2, Pasal 21 Pajak Penghasilan, dan Pajak Penghasilan Pasal 23. Pengenaan pajak ini didasarkan pada operasional kondisi setiap bisnis.

Ngomong-ngomong dah selesai artikelnya nih, jangan lupa download aplikasi rezeki apps untuk mencari penghasilan tambahan ya, cocok untuk siapapun dan dimanapun.

 

Download aplikasi bisnis online official di google playstore :

download aplikasi rezeki apps

 

Buka Chat
Ada Peluang Usaha ini Kak
Halo, ada peluang usaha jadi reseller pakaian kekinian kak, jika berminat silakan buka chat kak..